Tantangan Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Era Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa

Tantangan Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Era Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa

Executive Summary

Pemberlakuan EUDR menjadi tantangan besar bagi Indonesia sebagai eksportir komoditas strategis seperti sawit, kayu, karet, kopi, dan kakao. Regulasi ini mewajibkan produk yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi, patuh pada hukum negara asal, dan dilengkapi sistem due diligence berbasis geolokasi. Bagi Indonesia, tantangan utamanya terletak pada kesiapan rantai pasok, terutama karena sebagian besar lahan sawit dikelola petani kecil yang masih menghadapi kendala legalitas, teknologi, dan akses sertifikasi.


Di balik tantangan tersebut, EUDR juga membuka peluang untuk memperkuat tata kelola industri perkebunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Ke depan, diperlukan sinergi lintas sektor untuk memperkuat sistem nasional, menyelaraskan standar dengan regulasi global, serta memperluas dukungan bagi petani kecil dan perlindungan sosial dalam rantai pasok. Baca selengkapnya dalam Sustainability Insight Report untuk memahami tantangan, respons, dan peluang strategis Indonesia dalam menghadapi EUDR.

Full Data Access

Get in-depth data, latest policy analysis, and strategic steps to support your business resilience in this evolving sustainability era.

Document Length: 29 Pages
File Format: PDF
Size: 9.6 MB
Prepared By: Olahkarsa
Language: Bahasa Indonesia

Send Report to My Email

*) Documents usually arrive in your email within 5 minutes.

Related Reports You Might be Interested In

What If Trump's Tariffs Return and How Ready is Indonesia to Become an ESG-Driven and Resilient Supply Chain Hub?

Pada 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan “Reciprocal Tariffs” yang memicu gelombang baru proteksionisme global dan mendorong perusahaan menyusun ulang strategi rantai pasoknya. Dalam situasi ini, Indonesia dinilai memiliki pelua...

Read More

Harmoni ESG dan Target Pertumbuhan Ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi 8% tidak harus bertentangan dengan keberlanjutan. Melalui harmonisasi antara prinsip ESG dan agenda pertumbuhan tinggi, Indonesia memiliki peluang untuk membangun ekonomi yang lebih resilien, inklusif, dan kompetitif.Namun,...

Read More

Arah Baru Industri: Mengupas Visi Strategis Keberlanjutan Indonesia di Sidang PBB

Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB ke-80 menegaskan arah pembangunan Indonesia yang menempatkan pangan, iklim, dan energi sebagai fondasi strategis. Indonesia menargetkan kemandirian pangan dan energi, percepatan transisi menuju ener...

Read More