Membangun Praktik Human Rightsn Due Diligence (HRDD): Memahami Konsep, Implementasi, dan Implikasinya bagi Bisnis Berkelanjutan

Membangun Praktik Human Rightsn Due Diligence (HRDD): Memahami Konsep, Implementasi, dan Implikasinya bagi Bisnis Berkelanjutan

Executive Summary

Meningkatnya perhatian global terhadap hak asasi manusia, keberlanjutan, dan tata kelola perusahaan mendorong Human Rights Due Diligence (HRDD) menjadi salah satu aspek penting dalam praktik bisnis yang bertanggung jawab. Tidak lagi dipandang sebagai komitmen sukarela, HRDD kini berkembang menjadi bagian dari ekspektasi global dan berbagai regulasi internasional yang memengaruhi tata kelola perusahaan serta rantai pasok.


Bagi perusahaan, penerapan HRDD berperan dalam membantu mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, dan menangani berbagai potensi dampak hak asasi manusia yang timbul dari aktivitas operasional maupun hubungan bisnis. Di sisi lain, perkembangan regulasi seperti Corporate Sustainability Due Diligence Directive (CSDDD) di Uni Eropa menunjukkan bahwa pengelolaan isu hak asasi manusia kini berkaitan erat dengan kepatuhan, pengelolaan risiko, akses pasar, hingga daya saing perusahaan.


Melalui Sustainability Insight Report #18, Olahkarsa membahas konsep dasar HRDD dalam kerangka United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs), prinsip dan siklus implementasinya, penerapan pada berbagai sektor industri, perkembangan Mandatory Human Rights Due Diligence (mHRDD), serta hubungan strategis antara HRDD dan kerangka kerja ESG. Report ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam memahami perkembangan HRDD serta implikasinya terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Full Data Access

Get in-depth data, latest policy analysis, and strategic steps to support your business resilience in this evolving sustainability era.

Document Length: 15 Pages
File Format: PDF
Size: 2.9 MB
Prepared By: Tim Riset Olahkarsa
Language: Bahasa Indonesia

Send Report to My Email

*) Documents usually arrive in your email within 5 minutes.

Related Reports You Might be Interested In

What If Trump's Tariffs Return and How Ready is Indonesia to Become an ESG-Driven and Resilient Supply Chain Hub?

Pada 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan “Reciprocal Tariffs” yang memicu gelombang baru proteksionisme global dan mendorong perusahaan menyusun ulang strategi rantai pasoknya. Dalam situasi ini, Indonesia dinilai memiliki pelua...

Read More

Harmoni ESG dan Target Pertumbuhan Ekonomi

Target pertumbuhan ekonomi 8% tidak harus bertentangan dengan keberlanjutan. Melalui harmonisasi antara prinsip ESG dan agenda pertumbuhan tinggi, Indonesia memiliki peluang untuk membangun ekonomi yang lebih resilien, inklusif, dan kompetitif.Namun,...

Read More

Tantangan Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Era Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa

Pemberlakuan EUDR menjadi tantangan besar bagi Indonesia sebagai eksportir komoditas strategis seperti sawit, kayu, karet, kopi, dan kakao. Regulasi ini mewajibkan produk yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi, patuh pada hukum negara a...

Read More